Dalam beberapa jam yang lalu, tahun baru saja berganti saat saya mulai menulis tulisan ini. Banyak hal yang kita lalui selama 2 tahun pandemi mendera kehidupan kita. Struggling, struggling dan struggling, itulah yang kita lakukan. Lalu apakah perjuangan sudah selesai? Sepertinya belum, karena penyebab pandemi ini, Covid19 terus bermutasi memperbaharui diri mereka untuk menyerang umat manusia. Setelah kita babak belur di hajar varian Delta, pada saat saya menulis tulisan ini, varian Omicron sedang mulai menghajar negara-negara barat, dan sudah mulai masuk ke Indonesia.

Kita baru saja lega karena menjadi negara yang tercatat mencapai penurunan kasus Covid19 varian Delta tercepat. Kita baru saja mulai bisa ngumpul-ngumpul lagi di kafe untuk bertemu dengan teman-teman serta handai taulan, namun ancaman varian Omicron membuat acara tahun baru menjadi tidak seheboh biasanya. Rasa was-was diestafetkan ke tahun 2022, namun kita tetap perlu hidup.

I guess, pandemic is here to stay, that’s one think I should admit. Dengan 2 tahun pengalaman hidup dikelilingi pandemi, saya pribadi tidak bisa menunggu. Papa saya masuk Rumah Sakit di bulan Desember 2021 ini merupakan wake up call bagi saya pribadi yang menuntut saya untuk tidak bisa lagi menunggu. Opsi yang tersisa saat ini adalah berubah, CHANGE dan juga membantu siapapun untuk berubah bersama-sama jika diperlukan. Berubah untuk apa? Ya tentunya berubah agar bisa survive dan sukses di masa new normal ini. Saya bersama-sama dengan tim di Bangwin Consulting selalu mendorong klien untuk bisa bertransformasi mengikuti perkembangan jaman, now we have to do “walk the talk” atau istilah lainnya “practice what you preach” dengan ikut bertransformasi di tahun 2022 ini.

Kita semua harus berubah supaya bisa terus hidup, karena dengan tetap hidup maka kita bisa menjalankan dan menghargai tugas yang diberikan kepada kita di dunia ini.

Selamat tahun baru 2022!!

Photo by Towfiqu barbhuiya on Pexels.com